Kekeringan Ekstrem, Cuci Baju Pakai Air Bekas!

Kekeringan Ekstrem, Cuci Baju Pakai Air Bekas!

Rp 0 / Rp 33.000.000 dan masih terus dikumpulkan

0
Orang Baik


Hari Lagi


0 Kabar Terbaru


Transaksi Blockchain

Ayo menjadi bagian dari orang baik, dan turut andil dalam berbagi kebaikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Penggalang Dana

Baitul Maal Hidayatullah
Baitul Maal Hidayatullah

Verified Organization

DICARI! Ribuan Orang Baik yang Mau Sedekah Air Bersih Bantu Warga di Tengah Krisis

#OrangBaik, mungkin bagi sebagian dari kita, air bukanlah sesuatu yang sulit didapat. Namun, lain halnya untuk ribuan warga di Kab. Trenggalek.

Bencana kekeringan di Kabupaten Trenggalek terus meluas ke 7 kecamatan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, kekeringan meluas ke Kecamatan Tugu.

Kekeringan di Trenggalek berdampak pada kebutuhan air bersih sehari-hari hingga irigasi pertanian mati sehingga para petani merugi karena tanamannya mengering. Sumur-sumur warga juga mati mengering karena tidak ada sumber air yang keluar. Bahkan sumur gali yang kedalaman 15 meter pun airnya mengering.

Ibu-ibu harus nyuci baju pakai air sisa mandi. Seperti yang dirasakan oleh Muntiani, perempuan di RT 22, Dusun Krajan, Desa Prambon, KecamatanTugu.

“Mandi itu di bawahnya ada bak mandi. Naik ke dalam bak, lalu airnya buat merendam dan cuci pakaian,” ujar Muntiani kepada Tim BMH yang datang ke lokasi.

Warga mandi 1 kali sehari bahkan cuma cuci muka saja guna menghemat air.

Kekeringan di wilayah Desa Prambon sudah terjadi hampir setiap tahun dan tahun ini yang terparah dan terlama sudah beberapa bulan ini tidak ada hujan. Sumur bor di rumah Muntiani menggunakan mesin pompa air. Karena kekeringan, air tidak keluar. Menimba air pakai kerekan juga tidak bisa mendapatkan air.

Bantuan dari BPBD berupa mobil tangki air yang menditribusikan air ke warga-warga belum bisa memenuhi kebutuhan akan air untuk warga Desa Prambon. ada bantuan dari beberapa pemilik tambang batu yang berinisiatif membantu warga dengan ikut distribusi air bersih ke warga-warga desa.

Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kenapa Trenggalek terasa panas. Ia mengungkapkan peningkatan suhu di Trenggalek disebabkan kondisi dinamika atmosfer. Seperti minimnya tingkat pertumbuhan awan terutama pada siang hari.

Penyinaran matahari pada siang hari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan signifikan oleh awan di atmosfer, sehingga suhu pada siang hari di luar ruangan terasa sangat terik,” terang Guswanto secara tertulis.

“Wahai Rasulullah, bahwasanya Ummu Sa’ad (ibundaku) meninggal dunia. Sedekah apakah yang afdal untuknya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sedekah air.” Lantas Sa’ad pun menggali sumur untuk ibunya, lalu ia mengatakan, “Ini sumur untuk Ummu Sa’ad (ibundaku).”

(HR. Abu Daud, no. 1681. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Begitu berat perjuangan saudara kita di pelosok demi dapatkan air bersih dan layak. Maukah engkau meringankan sedikit beban warga Trenggalek?

Fundraiser

Ayo Jadi Fundraiser

Ayo Jadi Fundraiser

Berikan manfaat melalui program ini

Gabung Sekarang!

Orang-Orang Baik

Donatur Terbaru

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Doa-doa Orang Baik

Doa-doa Orang Baik

Menanti doa-doa dari orang baik